Website resmi Karang Taruna Galuh Timur Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, sebagai portal berita dan pusat informasi kegiatan.

Main Ad

DISTRIBUSI BANTUAN AIR BERSIH

Distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat galuh timur kecamatan tonjong yang dilakukan oleh Karang taruna Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

KEGIATAN ...

Belum ada keterangan***

KARANG TARUNA GALUH TIMUR

Belum ada keterangan***.

KARANG TARUNA GALUH TIMUR*

Belum ada keterangan lagi***

KARANG TARUNA GALUH TIMUR*

Belum ada keterangan ****.

Rabu, 26 Juni 2019

Karang Taruna se-Indonesia Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di Ponpes Al Ittifaq Bandung

Ziyan Muhammad Nasyit

www.ktgaluhtimur.site
| RATUSAN anggota Karang Taruna perwakilan dari 34 Provinsi di Indonesia, mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu tentang kewirausahaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ittifaq, Kp. Ciburial, Desa Alamendah, Kec. Rancabali, Kab. Bandung.

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI itu, berlangsung selama satu pekan sejak 24-30 Juni 2019. Para peserta akan mendapatkan pemantapan kewirausahaan dibidang pertanian, perikanan dan peternakan, yang mana ketiga jenis usaha tersebut telah sukses dikembangkan di Ponpes Al Ittifaq.

Peserta diberikan pengembangan agribisnis, pengolahan kompos, strategi pemasaran dan penawaran, produksi pascapanen serta budidaya hydrophonic.

Salah seorang peserta perwakilan dari Karang Taruna di Kalimantan Selatan, Subhan (28) mengaku senang bisa mengikuti pelatihan kewirausahan di tempat tersebut. Meski hari ketiga, ia dan sesama peserta dari seluruh Indonesia mendapatkan berbagai materi kewirausahaan.


Tak hanya itu saja, dengan berkumpulnya generasi muda dari seluruh Indonesia, mereka bisa saling mengenal, bertukar pengalaman dan juga membangun jaringan usaha dengan para peserta pelatihan dari Provinsi lain.


"Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Banyak ilmu tentang kewirausahaan yang kami pelajari dan akan kami praktikkan di daerah kami. Dari kegiatan ini juga kami saling mengenal dengan saudara kami satu bangsa dan tanah air Indonesia di tempat ini," ungkap Subhan di sela kegiatan, Rabu (26/6/2019).


Dari tiga jenis pelatihan wirausaha tersebut, Subhan mengaku lebih tertarik dengan pengembangan usaha pertanian. Sebab, kata dia, daerahnya di Kalimantan Selatan lebih cocok untuk pengembangan usaha pertanian.


Dengan bekal ilmu pengetahuan yang ia peroleh selama mengikuti pelatihan, ia yakin bisa mengembangkan potensi pertanian di daerahnya.


"Saya sekarang memang tengah mengembangkan usaha budidaya jamur. Dengan mendapatkan pelatihan wirausaha ini wawasan menjadi lebih berkembang, termasuk mendapatkan pelatihan soal pengemasan dan pemasaran produk yang baik dan benar," katanya.


Kasubdit Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan Karang Taruna (TKSK) dari Kemensos RI, Dwi Citawasih mengatakan, pelatihan kewirausahaan untuk Karang Taruna ini diikuti oleh 100 orang peserta perwakilan dari setiap Provinsi. Para peserta ini selama sepekan digembleng dengan berbagai ilmu pengetahuan mengenai kewirausahaan.


"Peserta dari 34 Provinsi, masing-masing Provinsi mengutus 3 Karang Taruna dari Kabupaten/Kota. Maksud dari kegiatan ini lebih ke pemantapan kewirausahaan Karang Taruna, agar Karang Taruna terampil dalam bidang kewirausahaan pertanian terpadu," ujar Dwi.


Dwi melanjutkan, pemberdayaan Karang Taruna ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dibidang pertanian terpadu. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan Karang Taruna, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Karang Taruna dan masyarakat umum.


"Ini juga untuk mendorong Karang Taruna agar memiliki dan mengembangkan usaha dalam rangka penanganan masalah sosial, terutama dikalangan generasi muda,"


Harapannya, melalui pelatihan ini, fungsi Karang Taruna dalam mencegahh timbulnya kesejahteraan sosial khususnya generasi muda menyelenggarakan kesejahteraan sosial, meningkatkan UEP, memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan, bhineka tunggal ika, serta tegaknya NKRI dapaat diwujudkan optimal.


Nantinya, lanjut Dwi, setelah pelatihan ini masing-masing Karang Taruna yang menjadi peserta diberikan bantuan operasional oleh Kemensos RI sebesar Rp 4.500.000.


"Nanti uangnya ditransfer langsung ke setiap Karang Taruna. Dengan anggaran itu mereka diharapkan bisa mengembangkan usaha di daerahnya masing-masing, sesuai dengan ilmu yang sudah didapat dari pelatihan ini," terangnya.


Pemateri yang dihadirkan pada pelatihan tersebut, yakni dari Kemensos RI, Dierjen Dayasos, Irjen Kemensos, Direktur PSPKKM, Kementerian Koperasi dan UMKM melalui Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan, praktisi, wirausahawan muda Duta ASEAN, para instruktur dari Ponpes Al Ittifaq dan pelaku usaha lainnya.


Editor: Brilliant Awal
Anggita Karang Taruna peserta pelatihan
Share:

Arsip Blog