Website resmi Karang Taruna Galuh Timur Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, sebagai portal berita dan pusat informasi kegiatan.

Main Ad

Minggu, 08 Desember 2019

Ulah Babi Hutan Resahkan Warga, Hasil Bumi Merugi

Tanaman dirusak babi hutan milik warga Dusun Dukuhtengah, Kelurahan Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Foto Hanafi (08/12/19)

 Galuhtimur (ktgaluhtimur.blogspot.com) – Pendapatan warga semakin hari semakin menurun dengan adanya hama babi hutan. Hama hewan yang satu ini merusak sekaligus memakan tanaman warga Galuhtimur seperti, ubi-ubian, padi, jagung dan tanaman lainnya. Hama babi ini selain merusak tanaman yang sudah berbuah juga merusak tanaman yang baru saja ditanam. Beberapa tahun yang lalu sebelum datangnya hama babi hutan warga Galuhtimur mengalami surplus dibidang pangan, bahkan dijadikan pengahasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga mampu mengekspor ke berbagai kecamatan lain. Akan tetapi dengan adanya hama babi hutan ini warga sudah tidak dapat lagi bercocok tanam yang dapat menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sehingga, warga Galuhtimur berbondong-bondong merantau untuk mengadu nasib agar dapat memenuhi kebutuhan  sehari-harinya.


   Salah satu warga Dusun Dukuhtengah  Amdad sudah berupaya menangani hama babi hutan dengan berbagai cara, namun belum ada salah satu yang dapat berhasil memusnahkan hama itu.

 “saya heran dengan hama yang satu ini, sudah berusaha saya usir dengan anjing, ranjau, bahkan racun sekalipun masih belum ampuh,” ujarnya. Minggu (08/12/19)

   Sementara itu, Tokoh masyarakat Dusun Dukuhtengah Tasudi, memandang pencegahan hama ini harus dilakukan tidak hanya berdasarkan dzohiriyah melainkan secara batiniyah.

“Dulu kami bisa panen berton-ton, bahkan banyak sekali hasil bumi yang mubadzir, dan sangat disayangkan pada saat itu warga lupa bersyukur terhadap Sang Pemberi dan yang lebih diherankan bisa sampai terlena dengan adat istiadat kita yaitu sedekah bumi, ya jelas sekarang lagi dicoba dengan adanya hama babi hutan ini,” imbuhnya, Minggu (08/12/19)

  Ketika metode pengusiran hama babi hutan ini dilakukan secara selaras bisa saja hama babi ini dapat dimusnahkan, dan warga dapat bercocok tanam dengan tenang dan menghasilkan hasil yang maksimal. Sehingga warga tidak lagi mengadu nasib di Negeri orang dan bisa selalu berkumpul dengan keluarga.

 Masyarakat Galuhtimur, mengharapkan adanya campur tangan dari Pemerintah Desa dalam menangani permasalahan ini. Sehingga dapat bersinergi antara masyarakat dan pemerintah desa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kontributor : Muhammad Hanafi. Editor : Azam
Share:

2 Kometar:

  1. ranjaune granat apa bom molotov,
    asal aja dienggo dadi teroris

    BalasHapus
  2. ranjaune granat apa bom molotov,
    asal aja dienggo dadi teroris

    BalasHapus

Arsip Blog